
Diskusi Publik Strada Vokasi 2026-2029
SAMARINDA – Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, dunia pendidikan, industri, hingga lembaga pelatihan perlu berjalan bersama agar keterampilan yang dimiliki lulusan benar-benar relevan dengan perkembangan ekonomi daerah. (20/8).
Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Diskusi Publik Dokumen Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (Strada Vokasi) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026–2029 bertempat di Ruang Ruhuy Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Penyusunan Strada Vokasi merupakan bagian dari upaya menyelaraskan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dengan arah transformasi ekonomi serta kebutuhan dunia kerja di Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Muchamad Awaludin dalam laporannya menyampaikan Diskusi publik diikuti oleh 116 peserta dan satu orang narasumber yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi vokasi, lembaga pelatihan dan sertifikasi, dunia usaha dan dunia industri, KADIN, asosiasi, serta mitra pembangunan.
Mewakili Sekretaris Daerah, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Aji Muhammad Fitra Firnanda mengharapkan Diskusi Publik menghasilkan tiga hal yaitu Validasi, Prioritas dan Komitmen.
"Ukuran keberhasilan Strada bukan seberapa baik dokumen ini disusun, tetapi seberapa banyak masyarakat Kalimantan Timur memperoleh kompetensi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mampu menjadi bagian utama dalampembangunan daerahnya sendiri," ungkap Aji.
Dengan adanya diskusi publik ini, Strada Vokasi Kaltim 2026–2029 diharapkan mampu menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, pelatihan, dan kebutuhan industri, sehingga dapat mendukung terciptanya tenaga kerja Kalimantan Timur yang semakin kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. (hrm/rzky/tekkom).