
Pembukaan Pelatihan Sastra Seni Berpantun Tahun 2026
Samarinda – UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Sastra Tahun 2026 yang secara resmi dibuka pada Senin (18/5/2026) di Gedung Bahimung, Taman Budaya Samarinda. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026.
Pelatihan sastra ini merupakan upaya dalam mengembangkan keterampilan berbahasa sekaligus meningkatkan kreativitas dan imajinasi generasi muda, khususnya dalam seni berpantun. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat di bidang sastra serta meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra di kalangan pelajar.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang berasal dari 10 sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Samarinda, dengan masing-masing sekolah mengirimkan satu pendamping dan lima siswa.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur dalam sambutannya mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menekankan pentingnya peran sastra sebagai media pembelajaran, refleksi sosial, serta sarana membangun karakter bangsa. Ia menyampaikan bahwa sastra bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ruang berpikir, ruang rasa, dan ruang peradaban yang harus terus dikembangkan, terutama di era digital saat ini.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya, tradisi lisan, dan cerita rakyat yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi karya sastra bernilai tinggi. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda dan pegiat literasi yang mampu mengangkat identitas budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Taman Budaya sebagai pusat kreativitas, ruang belajar, serta pengembangan literasi budaya di Kalimantan Timur.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu menghasilkan karya sastra yang kreatif, inovatif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
(adit/tekkom) (foto: idang, rizky/tekkom)