Kapan Jurusan di SMA dihapus? Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek Anindito Aditomo mengatakan, jurusan SMA dihapus karena selama ini menimbulkan ketidakadilan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memutuskan menghapus jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan bahasa pada jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Menurutnya, orangtua mempunyai kecenderungan memasukkan anaknya ke Jurusan IPA agar memiliki pilihan program studi (prodi) yang lebih luas ketika mendaftar perguruan tinggi.

Informasi telah beredar mengenai penjurusan SMA Kurikulum Merdeka menjadi berbeda dari kurikulum sebelumnya. Jika dulunya terdapat jurusan IPA, IPS, serta Bahasa, maka di kurikulum yang terbaru ini seluruh jurusan itu akan dihapuskan.

Pihak Kemendikbudristek telah menyatakan bahwa penjurusan SMA yang terbaru akan dilakukan sebagai bentuk untuk membantu siswa dalam mengembangkan dirinya secara lebih maksimal.

Baca :   Memajukan Kebudayaan Untuk Menyongsong IKN Bidang Kebudayaan Gelar Rapat Koordinasi

Di SMA mereka dipersilakan memilih mata pelajaran sesuai dengan passion mereka, jadi tidak ada lagi penjurusan. Siswa bisa menggabungkan mata pelajaran tanpa terkotak-kotakan oleh jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.

Siswa tidak akan terbebani bila memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya. Proses pembelajaran akan lebih menyenangkan jika dijalankan dengan sistem Kurikulum Merdeka.

Lantas, mulai kapan jurusan di SMA dihapus?

Kapan Jurusan di SMA dihapus?

Kemendikbud Ristek memutuskan menghapus jurusan di SMA mulai tahun ajaran baru 2024/2025.

Kebijakan tersebut bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka yang sudah ditetapkan sebagai kurikulum nasional.

Sebagai informasi, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal supaya siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi

Baca :   SMA Terbaik di Provinsi Kalimantan Timur Resmi LTMPT Berdasarkan Nilai UTBK

Menurut Anindito, Kurikulum Merdeka sudah diterapkan secara bertahap pada 2021. Kebijakan tersebut lalu diterapkan di 50 persen sekolah di seluruh Indonesia pada 2022.

Hingga tahun ajaran 2024/2025, persentase sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka sebanyak 90-95 persen, baik di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.

Anindito berharap, dihapusnya jurusan pada jenjang SMA membuat siswa bebas memilih mata pelajaran sesuai minat.

“Pada kelas XI dan XII SMA, murid yang sekolahnya menggunakan Kurikulum Merdeka dapat memilih mata pelajaran secara lebih leluasa sesuai minat, bakat, kemampuan, dan aspirasi studi lanjut atau kariernya,” katanya dikutip dari Kompas.id, Kamis (18/7/2024).

Tujuan jurusan SMA dihapus

Anindito menjelaskan, ada beberapa manfaat yang dirasakan siswa ketika Jurusan SMA dihapus, baik untuk siswa yang memiliki ketertarikan di bidang IPA, IPS, dan bahasa.

Baca :   Susu Diet Untuk Mengurangi Berat Badan Remaja

Sebagai contoh, siswa yang memiliki ketertarikan di bidang IPA dan ingin melanjutkan studi ke program teknik dapat menggunakan jam pelajaran pilihannya untuk belajar Matematika tingkat lanjut dan Fisika tanpa harus mengambil mata pelajaran Biologi.

Hal yang sama juga berlaku bagi siswa yang ingin berkuliah di program studi kedokteran. Ia bisa memilih mata pelajaran Biologi dan Kimia tanpa perlu memilih mata pelajaran Matematika tingkat lanjut.

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2024/07/19/180000265/kemendikbud-hapus-jurusan-ipa-ips-dan-bahasa-di-sma-berlaku-mulai-kapan-?lgn_method=google&google_btn=onetap